Ciri-Ciri Jamur dan Kategorisasinya

Tentu ada deh antara Squad yang sempat makan jamur. Hayo, ngaku! Kurang lebih, jamur itu masuk kateogri tumbuhan ataulah bukan ya? Lantas bagaimana beberapa ciri jamur dan kategorisasinya? Yuk, kita cari info di artikel ini!

Jika kamu pikirkan jamur itu tumbuhan, eits, kamu salah! Jamur-jamuran masuk ke kelompok fungi. Mengapa? Sebab jamur tidak memiliki klorofil, hingga tidak dapat membuahkan makanannya sendiri. Jadi, deh, ia dibuat kelompok baru yang namanya Fungi.

Nah, semacam apa ya beberapa ciri jamur?

Susunan badan jamur biasanya berbentuk multiseluler (bersel banyak). Walau demikian, ada pula barisan jamur yang karakternya uniseluler. Mengenai karakter yang lain ialah eukariotik (mempunyai membran pokok) serta heterotrof (tidak dapat membuat makanan sendiri). Sebab tidak bisa membuat makanannya sendiri, jamur harus hidup dengan menumpang dari inangnya. Nah, langkah jamur hidup/bersimbiosis ada banyak, lho. Ada tipe jamur yang bersimbiosis dengan saprofit, wajahit, serta ada yang bersimbiosis membuat lichenes.

Bukan hanya itu saja, Squad. edmodo.id Ada hal-hal lain yang memperbedakan jamur dengan tumbuhan. Bila ditelaah dengan cara anatomis, kedua-duanya memiliki ketidaksamaan di penyusun dinding sel. Dinding sel pada tumbuhan terbagi dalam selulosa, sesaat jamur diatur oleh kitin.

Jika kamu lihat, barisan jamur-jamuran tumbuh dalam tempat yang lembap dan mempunyai banyak zat organik. Satu hal yang penting kamu ingat ialah, jamur tidak senang terkena sinar matahari langsung, lho!

Jamur-jamur yang termasuk juga kelompok multiseluler barusan, memiliki beberapa sel memanjang seperti benang yang disebutkan dengan hifa. Nah, hifa di jamur spesifik, ada yang bersekat. Penyekat pada hifa jamur disebutkan dengan septa. Di septa jamur ini, ada sela yang membuat sitoplasma dari sel yang satu bisa terkait dengan sitoplasma dari sel lainnya.

Hifa-hifa pada jamur akan membuat miselium. Miselium pada jamur terdiri jadi dua: 1) Miselium generatif yang berperan untuk alat reprofuksi (pembentuk spora), serta 2) Miselium vegetatif yang berperanan untuk penyerap makanan serta nutrisi dari lingkungan.

KLASIFIKASI JAMUR

Zygomycota
Zygomycota adalah jamur yang bentuk sporanya berdinding tebal. Mengenai beberapa ciri dari kategorisasi jamur ini ialah hifa tidak bersekat serta memiliki beberapa pokok (koenositik), reproduksi seksual serta aseksual, ada rhizoid. Barisan ini bisa bertumbuh biak baik dengan cara seksual atau aseksual. Contoh: Rhizopus stolonifer (tumbuh di roti), Rhizophus oryzae (jamur tempe).

Ascomycota

Ascomycota ialah barisan fungi yang hifanya bersekat, serta di setiap sel hifanya berinti satu. Salah satunya kekhasan dari barisan ini ialah, ada alat pembentuk spora yang disebutkan askus. Barisan ini bisa bertumbuh biak baik dengan cara seksual atau aseksual. Contoh: Saccharomyces cerevisiae (ragi), Penicillium sp, serta Aspergillus sp.

Basidiomycota
Basidiomycota ialah jamur yang hidupnya untuk saprofit (tinggal dengan inang berbentuk makhluk hidup yang telah mati) serta wajahite. Biasanya, barisan ini bertumbuh biak dengan cara seksual. Contoh: Volvariella volvacea (jamur merang).

Deuteromycota

Deuteromycota adalah barisan jamur yang bertumbuh biak dengan cara aseksual. Hifanya bersekat, serta hidupnya melekat di sisa-sisa makanan. Tapi, ada tipe spesifik dari barisan ini yang karakternya wajahit. Contoh: Candida albicans (jamur yang mengakibatkan penyakit infeksi pada vagina).

Nah, itu barusan beberapa ciri jamur yang bisa kamu kenali dan beberapa kategorisasinya. Bagaimana, Squad, telah pahami, kan, apakah yang memperbedakan jamur dengan tumbuhan? Jika kamu ingin ketahui materi lebih lancer sekalian berjumpa dengan guru-guru private paling dekat di sekitarmu, yuk coba saja ruangles!

Ciri-Ciri Jamur dan Kategorisasinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top