Apa itu Tayammum

Dalam bahasa Arab, kata Tayammum secara harfiah berarti ‘tujuan’ atau ‘tujuan’. Dalam Hukum Islam, hal itu mengacu pada: ‘Bertujuan atau mencari tanah untuk menyeka wajah dan tangan seseorang dengan maksud untuk menyucikan diri dan mempersiapkan diri untuk sholat, dan sebagainya. ”

 

Bukti Keabsahannya:

Tindakan pembersihan ritual ini  Belajar Tayamum dibuktikan dengan Alquran, Sunnah (tradisi kenabian) dan Ijmaah (kesepakatan ulama Muslim). Quran mengatakan (apa artinya):

“… Dan jika Anda sakit atau dalam perjalanan atau salah satu dari Anda datang dari tempat buang air atau Anda telah menghubungi wanita [yaitu, melakukan hubungan seksual] dan tidak menemukan air, maka carilah tanah yang bersih dan usap wajah Anda dan wajah Anda. tangan [dengannya]. Sungguh, Allah Maha Mengampuni dan Mengampuni. ” (Surat An-Nisa 4:43)

Dari Sunnah, kami memiliki Hadis (pernyataan kenabian) yang terkait dengan Jabir bin Abdullah (RA) di mana Nabi (SAW) bersabda:

“…. Bumi telah dibuatkan bagiku (dan bagi pengikutku) sebagai tempat sholat dan sesuatu untuk melakukan Tayammum. Oleh karena itu, pengikutku dapat sholat dimanapun waktu sholat tiba….” (Sahih Bukhari 438)

Akhirnya, ada konsensus bahwa Tayammum merupakan bagian sah dari Syariat (Hukum Islam), karena menggantikan wudhu dengan air atau mandi (mandi ritual), dalam keadaan tertentu.

 

Berkah dari Allah:

Bentuk wudhu ini dipandang sebagai berkah dari Allah bagi umat Islam. Jabir bin Abdullah (RA) menceritakan bahwa Nabi (SAW) bersabda:

“Saya telah diberikan lima hal yang tidak diberikan kepada seorang pun di antara para Nabi sebelum saya. Ini adalah:

1. Allah membuatku menang dengan takjub (oleh-Nya yang menakut-nakuti musuhku) untuk jarak perjalanan satu bulan.

2. Bumi telah dibuatkan untukku (dan untuk pengikutku) tempat untuk berdoa dan untuk melakukan Tayammum. Oleh karena itu pengikut saya bisa berdoa dimanapun waktu shalat sudah waktunya.

3. Barang rampasan telah dibuat Halal (halal) untuk saya (dan tidak dibuat untuk orang lain).

 

4. Setiap Nabi dulu diutus ke bangsanya secara eksklusif tetapi saya telah diutus ke seluruh umat manusia.

 

5. Saya telah diberi hak syafaat (pada Hari Kebangkitan.). ”

(Sahih al-Bukhari 438)

Apa itu Tayammum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top